Keluarga Dukung Keputusan Gita Wirjawan Tinggalkan Kemendag

Keluarga Dukung Keputusan Gita Wirjawan Tinggalkan Kemendag

JAKARTA, KOMPAS.com — Keputusan Gita Wirjawan menanggalkan jabatannya sebagai Menteri Perdagangan didukung oleh keluarganya. “Setiap langkah yang saya ambil, istri, dan seluruh anggota keluarga saya memberikan dukungan. Bahkan sebelum saya mengambil sikap untuk masuk ke pemerintahan lebih dari 4 tahun lalu,” kata Gita di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (31/1/2014). Sebelumnya, ditemui di Senayan Golf, ia menyatakan mengundurkan diri lantaran akan fokus dalam kontestasi politik, memenangi konvensi Partai Demokrat. Gita merasa tidak etis melakukan sosialisasi ke masyarakat pemilih selagi mengemban jabatan sebagai Menteri Perdagangan. Oleh karenanya, ia memilih mundur. Dalam jumpa pers di kantornya, tak lupa ia mengucapkan terima kasih...

Harga Mobil Murah Juga Untuk Pasar Luar Negeri

Harga Mobil Murah Juga Untuk Pasar Luar Negeri

Harapan pemerintah menggulirkan insentif bagi mobil ramah lingkungan digadang-gadang bisa memacu perkembangan industri otomotif domestik. Ribuan mobil LCGC yang terserap di pasar dalam negeri rupanya membangkitkan semangat untuk mengincar pasar otomotif luar negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa yang ditemui di kantor DPR beberapa waktu lalu mengungkapkan, jika Indonesia tidak memproduksi LCGC dari sekarang maka akan menjadi incaran produsen dari negara lain, karena melihat potensi penduduk kelas menengah yang kian meningkat. Era LCGC dimulai dengan peluncuran Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, pemerintah menyambut baik diluncurkannya produk Toyota Agya dan Daihatsu Ayla sebagai bagian dari program...

Rawan Penyelewengan, Dana Optimalisasi Dialihkan

Rawan Penyelewengan, Dana Optimalisasi Dialihkan

Dana optimalisasi di sejulah kementerian dan BUMN tahun 2014 dianggap rawan penyelewengan. Karena itu Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan dana senilai Rp 26,96 triliun tersebut dialihkan untuk pengentasan kemiskinan. Dibandingkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, menurut Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, angka tersebut memang terlihat kecil. Namun bagi rakyat Indonesia angka tersebut sangat besar. “Dana sebesar itu lebih baik untuk mengentaskan kemiskinan ketimbang diselewengkan,” ujar Zulkarnaen, dikutip dari Tempo.co. KPK berniat terus mencermati proses pengelolaan dana tersebut karena diduga masih ada pihak-pihak yang mendapat keuntungan pribadi dari proses penganggarannya. Berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, Chatib Basri, dan...